Hari Kedua: Hukum External dan Hukum Internal

* MEMPERBAIKI KUALITAS AKAR, MEMPERBAIKI KUALITAS BUAH *

Pernahkah anda mendengar sebuah kasus menarik ini?

Sekian tahun silam, Seorang TKW terancam hukuman mati.

Jurnalis pada heboh memberitakan ini dan seingat saya menjadi viral dimana mana.

Hingga akhirnya muncul gerakan khusus untuk mengumpulkan sumbangan dan menebus nyawa TKW tadi.

Singkat cerita, TKW tadi selamat dan bonusnya, sisa dari uang sumbangan tadi ternyata ada banyak.

Kira kira dapat 1, 2 Milyar lebih!

Nah apa yang terjadi setelahnya?

TKW ini ternyata kabarnya, yang awalnya berjanji akan menggunakan sisa uangnya untuk menolong TKW lainnya, menyumbang untuk kegiatan sosial dan sejenisnya, malah menggunakan uang itu untuk hal hal pribadi yang lebay.

Ia membeli begitu banyak perhiasan emas sehingga seperti toko perhiasan berjalan. Yang semula pendiam jadi banyak omong dan senang diwawancara bahkan sampe masuk ILC!

Para tetangganya juga nggak suka dengan sikapnya yang lebay dan kurang sopan begitu, karena uang yang digunakannya buat pamer itu kan uang sumbangan? 😁

Singkat cerita, menurut sebuah sumber, ia berakhir dengan kondisi yang biasa biasa saja.

Ia buka warung di bagian depan rumahnya.

Beli perahu buat suaminya jadi nelayan. Dia juga keliling kampung buat jualan makanan.

Kabarnya juga, ia ditipu calo sawah sebanyak 450 juta yang sudah kabur entah kemana.

Jadi ya begitu deh akhirnya 😃

Satu lagi ya 😃

Sebenarnya banyak lagi kasus beginian. Saya juga pernah ngalamin kasus yang mirip wkkkkkk

Heboh banget dapet duit banyak dikit udah lebaynya minta ampun, giliran duitnya abis baru kalang kabut  :v

Pernahkah anda mengalami situasi yang mirip?

Yah ini mirip mirip sama anak kecil yang jarang dikasi duit banyak, pas lebaran dapat duit banyak diabisin semua :D

Anak kecil mah gapapa, lah kalau orang yang sudah dewasa dan punya keluarga dan perlu sokongan dana seumur hidupnya gimana? 😃

Nah kenapa semua kegilaan ini terjadi?

Simple..

Yaitu bawah sadarnya belum siap atau belum teredukasi untuk menerima uang sebanyak itu.

Juga, salah satu sifat uang adalah memperbesar atau memperkuat atau membooster sifat asli dari pemegangnya.

Sebab ‘uang adalah energi’ dan ia akan membooster karakter asli dari pemiliknya.

Makanya nggak heran kalau ada yang selama ini duitnya cekak atau biasa biasa saja, begitu dapet 100 juta saja, ada yang langsung mau kawin lagi, foya foya dan semua kegilaan lainnya.

Yah wajar, bawah sadarnya belum siap dan ilmu serta pengetahuan hukum luarnya juga payah, jadinya ya begitu.

Dan biasanya, sebagaimana yang sudah kita pelajari sama sama, orang orang ini akan berakhir dengan kondisi yang sama saat mereka belum kaya dan ada juga yang bahkan lebih gawat yaitu jadi lebih miskin dari sebelumnya.

Ok, tarik nafas dulu yang panjaaaang..

Hembuskan perlahan…

Dari kasus diatas kita sama sama belajar bahwa, pikiran bawah sadar perlu diedukasi agar benar benar siap dan memiliki wadah yang cukup.

Sebab kalau nggak, duh anda akan jadi korban berikutnya dari pola pola berulang ini.

Jika buah (hasil) dari usaha anda selama ini kecil kecil saja atau bahkan tidak berbuah sama sekali, apa yang perlu diperbaiki?

Tentu saja bukan ranting dan cabangnya, melainkan perbaiki kualitas akarnya.

Basmi hama hama dan rumput yang mengganggu pertumbuhan, berikan nutrisi terbaik pada akarnya, maka buahnya akan muncul dan bagus sendiri.

Nah bagaimana caranya memperbaiki akar dari masalah finansial bang?

Ok, ada beberapa hal yang menurut pembelajaran saya selama ini perlu diperbaiki yaitu:

 1. THE MONEY BLOCK -> Hambatan Mental Tentang UANG.

2. UNCONSCIOUS FINANCIAL PATTERN -> Pola Kebiasaan Tentang UANG.

3. DEVELOPING THE NEW BELIEF -> Mengembangkan Keyakinan Baru Yang Lebih Powerful Untuk Menarik Lebih Banyak Uang.

Masing masing bagian diatas memiliki penjelasan yang lebih detil lagi.

Perhatikan dan pelajari baik baik, sebab memahami hal ini, insya Allah akan benar benar memperbaiki kehidupan anda, terutama dalam bidang keuangan atau finansial..


* BONUS 1: ILMU PEREMUK MALAS! *

Metode ini, insya Allah sangat berguna untuk mengurangi rasa malas melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan.

Tentu saja anda perlu melakukan experimen dengan teknik ini, sehingga anda benar benar tau apakah metode ini beneran works atau tidak untuk anda.

Oya kenapa saya memasukkan teknik ini dalam Terapi Penarik Rezeki? 😃

Karena lewat pembelajaran dan pengalaman selama ini, saya benar benar sadar dan paham bahwa dalam perjalanan menjadi lebih berlimpah, ada saja hal yang memang nggak suka atau membosankan kita lakukan tapi MEMANG HARUS KITA LAKUKAN.

Semua ini memang membuat perasaan jadi malas dan akibatnya rasa malas ini menghambat untuk bertindak dan akhirnya sukses pun jadi terhambat, terutama dalam hal finansial.

Hal yang membosankan yang mungkin harus kita lakukan seperti menulis, membaca, membuat laporan, menginput data, mencari informasi, kunjungan ke klien, kerja kerja lapangan, beriklan dan lain sebagainya.

Bahkan memikirkannya saja sudah membuat lemah dan malas, apalagi melakukannya 😁

Apakah anda merasakan hal yang sama?

Saya juga! 😄

Tapi saat belajar NLP saya menemukan sebuah kasus menarik yang intinya banyak juga ternyata orang yang males melakukan hal penting tapi sungguh berat melakukannya sehingga mereka stres dan marah pada diri mereka sendiri.

Jadi kalau anda (dan saya dulu) mengalami hal yang sama, jangan khawatir, anda nggak sendiri, banyak orang juga mengalami hal yang memusingkan ini.

Dan berita baiknya, teknik yang akan saya share ini insya Allah akan sangat membantu anda untuk melepaskan rasa malas.

Saya sudah melakukannya BERKALI KALI dan alhamdulillaah kebanyakan berhasil.

Tidak selalu berhasil tapi berhasil dalam kebanyakan kasus. Artinya, jika anda dalam satu hal merasa belum berhasil, biasanya karena kurang memberikan waktu saat melakukan tekniknya atau tubuh anda memang lagi nggak punya energi atau memang harus istirahat.

Kalau kasusnya yang pertama ya tinggal memberikan lebih banyak waktu saja untuk melakukan tekniknya (paling cuman 5 menitan doang) dan kalau yang kedua berarti tubuh anda memang benar benar lagi lemah.

Berarti anda lagi sedang butuh makan atau istirahat.

Intinya sih dengarkan tubuh anda dan coba lakukan teknik ini dengan betul betul fokus dan memberikan waktu yang cukup, agar insya Allah benar benar menjadi Ilmu Pemusnah Malas yang benar benar ampuh dan POWERFUL!

Bagaimana caranya?

Inilah dia..

- Ambil nafas yang dalam beberapa kali dan hembuskan nafas lebih panjang dari tarikan nafas anda.

Misalnya anda menarik nafas selama 3 detik maka buanglah selama 6 detik atau lebih panjang.

Jika 4 detik maka jadi 8 detik, begitu seterusnya.

Nggak usah dihitung hitung sebenarnya, yang penting anda merasakan buang nafas anda lebih panjang dari tarikan nafas anda.

- Kemudian tutup mata anda dan sunggingkan senyum anda sambil tetap menutup mata.

- Lalu BAYANGKAN dan RASAKAN kalau pekerjaan yang anda akan anda kerjakan itu SUDAH SELESAI..

RASAKAN SEPENUHNYA bagaimana rasanya kalau pekerjaan itu sudah beres semuanya?

Dan tanyakan 3 pertanyaan MUDAH ini..

1. Apa yang SAAT INI anda katakan dalam hati?

2. Apa yang SAAT INI anda rasakan di tubuh anda?

3. Apa yang SAAT INI anda bayangkan dalam pikiran anda?

- Berikan waktu yang cukup untuk membayangkan, merasakan dan menjawab pertanyaan pertanyaan diatas..

Ingat, jangan buru buru, nanti kekuatannya nggak powerful.

Selalu ingat kalau:

'Terburu buru itu adalah BUANG UMUR yang terlambat diketahui',

Mending anda melakukannya secara perlahan dan insya Allah berhasil daripada mau cepat cepat saja dan hasilnya NOL..

Lalu setelah melakukan semuanya NIATKAN untuk MEMBAWA SEMUA RASA yang terjadi dalam diri anda ke pekerjaan anda dan kehidupan anda..

Just Do It ;)

Ternyata waktu masih banyak, ok dah, saya langsung posting saja MATERI HOT yang satu ini ya.

Saya dulunya termasuk yang kena ajaran beginian dan akhirnya jadi pas pasan dan bahkan sempat miskin selama tahunan.

Kalau anda pikir ini aneh, percayalah, 5 batch lalu yang sudah saya buat, selalu ada orang orang kena belief beginian.

Di artikel ini memang lebih ditujukan pada orang Islam. Anda yang berkeyakinan lain boleh menskip ini atau jika anda mau, boleh saja anda membacanya sebagai wawasan.

Siapa tau ada teman atau sahabat anda yang Muslim yang anda rasa kena juga virus beginian kan hehehe..

Ok selamat menikmati dan kalau ada pertanyaan, langsung hajar saja ya! 😃

* MONEY BLOCK BERKEDOK AKIBAT SALAH PAHAM TERHADAP AJARAN AGAMA *

Saya menulis bagian ini lebih khusus pada pemeluk ajaran mayoritas.

Jadi, anda yang berkeyakinan beda, silakan sesuaikan dengan ajaran agama anda sendiri.

Karena setau saya, dalam ajaran agama lain juga, terdapat semacam doktrin yang dipahami secara keliru.

Hingga akhirnya menyebabkan kemiskinan menjadi sejenis kemuliaan tingkat tinggi sekaligus menghina kekayaan sebagai penyembah kesenangan dan menjauhi Tuhan.

Buat saya ini tema yang amat menarik, percaya atau tidak, sebagian muslim yang sebenarnya beriman dan baik ini, mendapati ajaran yang salah dan tidak memberdayakan tentang kekayaan ini sehingga mereka hidup dalam serba kekurangan.

Padahal mereka sudah banyak sekali menderita akibat kemiskinan, bukan hanya mereka, namun juga keluarga mereka, hanya gara gara mendapat pemahaman yang keliru dan berbahaya.

Saya sendiri pernah menjadi orang yang ‘membenci dunia’ dalam artian tidak suka dengan kekayaan akibat salah masuk dan salah paham terhadap pengajian tertentu.

Setelah mengalami banyak pengalaman mengerikan, emosional dan menyakitkan serta terus belajar, perlahan saya mulai mempertanyakan semua kegilaan ini dan alhamdulillaah akhirnya terbebas.

Siapa tau ada diantara anda yang mengalami hal yang sama, semoga anda mendapati manfaat besar dari pemaparan ini.

Jika anda tidak mengalami ini, maka bersyukurlah dan jadikan ini ilmu yang berharga.

Siapa tau, ada rekan, sanak kerabat yang mengalami doktrin menyesatkan dari salah paham terhadap ajaran agama, anda sudah tau bagaimana cara mengatasinya ;)

Selamat menikmati

THE MONEY BLOCK AKIBAT SALAH PAHAM AJARAN AGAMA..

Diantara banyak sekali yang menghambat keyakinan positif bahwa mendapatkan uang dan menjadi berlimpah itu sebenarnya mudah adalah ini:

Salah Paham terhadap ajaran agama..

Dan asal tau saja, inilah yang termasuk paling berat untuk ditangani kalau belum tau ilmunya. Sebab ini urusannya tentang akhirat dan amat sangat mengerikan.

Orang yang sudah terkena 'racun' salah belajar agama ini bahkan akan menganggap dirinya sedang mematuhi perintah Tuhan dan yang lain adalah orang yang kufur dan ingkar padaNya.

Kemiskinan dianggap amat mulia dan bisa menaikkan orang kederajat yang tinggi disisiNya.

Beberapa diantara contoh mental block berbau salah belajar agama itu seperti ini (karena dinegara kita mayoritas Muslim maka saya akan menuliskan yang umum terjadi pada masyarakat kita) :

- 'Orang Kaya itu susah dan panjang hisabnya'

- 'Sudahlah nggak usah ngoyo, ujung ujungnya kan ntar paling masuk tanah ukuran 1x2' (kuburan maksudnya)

- 'Orang Miskin lebih cepat masuk surga dibanding orang kaya'

- 'Yang penting itu takwanya, bukan kayanya' (Benar memang, tapi salah penempatan).

- 'Orang miskin itu lebih dicintai Nabi'

- Dan lain lain, yang intinya menggunakan potongan ayat atau hadits yang mengagung agungkan kemiskinan dan kezuhudan yang salah penempatan.

Biasanya, orang orang yang percaya begitu saja dengan belief atau keyakinan yang seolah olah sangat Syar'i dan Islami ini adalah orang orang yang belum memahami Islam secara lebih holistik.

Mereka belum belajar sejarah Islam dengan benar.

Dalam sejarahnya, para sahabat besar yang DIJAMIN MASUK SURGA hampir semuanya adalah ORANG ORANG KAYA.

Sebut saja Umar, Usman, Abdur Rahman bin 'Auf, Abu Bakar dan lain lain adalah para Millionaire bahkan Trillionaire.

Jika ada yang bilang kalau orang kaya itu panjang hisabnya, bagaimana dengan para sahabat diatas? Kenapa mereka tidak panjang hisabnya?

Ada juga yang bilang kalau 'Abdur Rahman bin 'Auf itu masuk surga dengan merangkak.

Saya pikir pikir, tapi tetap saja masuk surga kan?

Ini tetap saja lebih baik ketimbang orang miskin yang sombong dan merendahkan para orang kaya.

Mereka merasa merekalah yang paling masuk surga, padahal tidak akan bisa mencium bau surga untuk orang orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun hanya sebesar biji Zarrah.

Jadi, mau miskin, mau kaya, tetap saja ada kemungkinan bisa masuk neraka kalau kita sombong dan merasa lebih mulia dari yang lain.

Hak penuh untuk menilai manusia itu masuk surga atau neraka itu adalah HAK MUTLAK nya Allah.

Sementara yang namanya uang atau kekayaan itu netral.

Bisa digunakan untuk berbuat kebajikan habis habisan dan bisa juga digunakan untuk kemaksiatan level mahadewa.

Tergantung siapa yang megang itu kekayaan, bukan kekayaannya sendiri.

Pisau ditangan seorang ibu rumah tangga yang pinter masak akan jadi alat yang sangat bagus untuk memotong motong dan membuat masakan yang enak untuk keluarganya.

Sehingga yang makan masakan ibu itu menjadi bahagia dan jika ibu itu niatnya memang menyenangkan hati suami dan keluarganya, maka akan jadi pahala yang tiada taranya.

Tetapi, pisau yang sama yang digunakan seorang rampok atau pembunuh berdarah dingin, akan digunakan untuk menusuk nusuk korbannya atau bahkan memutilasi orang secara kejam dan sadis.

So, it's not about the knife. It's about who take and use the knife.

Bukan tentang pisaunya, tapi tentang siapa dan bagaimana pisau itu digunakan.

Ok, jelas ya sampai disini :)

NGAPAIN CAPEK, KAN UJUNGNYA MASUK KUBURAN JUGA?

Ada juga yang punya belief atau keyakinan:

 'Ah sudahlah bray, ngapain capek capek nyari kekayaan, Kan ujungnya bakalan masuk kuburan juga. Cuman masuk tanah 1x 2 meter bray!'

Waduh, sungguh kasihan dan menyedihkan kalau ada orang yang punya keyakinan seperti ini.

Saya membayangkan gimana ya nasibnya?

Gimana dengan istri dan anak anaknya?

Gimana ya hubungan sosial dan harga dirinya?

Yang orang ini belum tau adalah:

'Bahkan tanah kuburan yang cuman 1x2 meter itu juga kalau mau mayat ente dikubur BAYAR PAKE DUIT juga!’ 😃

Juga orang orang ini sepertinya memang belum memahami ajaran agamanya dengan baik.

Sebab banyak sekali ibadah ibadah PENTING dalam Islam yang semuanya BUTUH DUIT dan kadang jumlahnya lumayan besar.

Kalau mau sholat tentu saja kita butuh pakaian yang layak, sopan dan penuh adab.

Disunnahkan untuk memakai pakaian yang paling bagus dan terbaik saat sholat.

Bahkan dalam hadits dijelaskan kalau mau Jum'atan pake pakaian yang putih putih dan terbaik.

Begitu juga saat Hari Raya atau Lebaran, sunnah memakai pakaian yang terbaik.

Artinya apa?

Nabi saja memakai pakaian yang terbaik kalau mau ibadah.

Beliau juga memakai wangi wangian atau parfum. Dan anda tentu saja tau bahwa semua itu tidak gratis, melainkan perlu dibayar pake duit 😊

Juga, kita sangat dianjurkan (Allah sendiri yang nyuruh) untuk membayar zakat, infaq dan shadaqah.

Kalau nggak punya duit, ya mana bisa menjalankan syariat ini?

Belum lagi kalau mau nikah, kan butuh duit juga?

Nikah itu ibadah dan ibadah yang satu ini juga butuh dana yang lumayan besar.

Kalau bertahan dengan keyakinan miskin yang salah alamat tadi, gimana bisa nikah? :D

Oh, saya belum bilang tentang naik haji dan umroh kan?

Lah anda sendiri kan sudah tau kira kira berapa biayanya?

Kalau kita masih nggak punya duit buat ibadah yang 'mahal' itu gimana bisa naik haji? :D

Membeli rumah yang nyaman, membeli buku buku berkualitas tinggi, belajar dari Guru yang Hebat, kenderaan, biaya sekolah anak, menyenangkan hati pasangan, perawatan kesehatan, pengobatan penyakit, membantu orang tua, memberikan sedekah bagi tetangga atau kerabat yang sakit, ngebayarin makan makan bareng teman teman, SEMUANYA JELAS BUTUH DUIT!

Dalam sebuah hadits juga dijelaskan bahwa memberikan warisan pada anak anak setelah kita tiada juga sangat dianjurkan.

Karena kita tidak boleh meninggalkan para pewaris kita dalam keadaan butuh bantuan orang secara finansial.

Hidup ini Bukan cuman tanah kuburan 1x2 yang bahkan juga HARUS BAYAR PAKE DUIT juga!

 Jadi, dengan kesadaran bahwa semua ibadah tadi butuh uang (bahkan sebagiannya dibutuhkan dalam jumlah yang amat banyak).

Maka mencari rezeki dan menjadi berlimpah adalah sebuah keniscayaan dan bahkan keharusan bagi kita semua.

Jadi jangan takut punya uang banyak, justru harus senang, karena dengan uang yang banyak itu, kita bisa membantu diri sendiri, keluarga, dan orang orang tersayang serta masyarakat sekitar kita dengan lebih mudah lagi, insya Allah 😊


Ya sudah, kalau anda  belum percaya juga, silakan saja cek sendiri dan belajar sendiri kembali ajaran Islam kita dan anda nanti akan sadar, betapa pentingnya memiliki uang yang banyak, agar kebaikan bisa lebih tersebar. 

Juga, mencegah kita jadi bangsa miskin, rendah, bodoh dan selalu dijajah.

Negara yang didalamnya terlalu banyak orang miskin akan jadi negara yang paling sering jadi bahan siksaan dan olokan dimata dunia. 

So, it's not about tanah kuburan doang. Ini tentang bagaimana dengan uang dan kekayaan yang berlimpah, kita bisa melakukan banyak hal yang luar biasa berpahala dan memberikan banyak kebaikan bagi sesama manusia

Hingga bisa jadi investasi kita diakhirat nanti.

Clear kan?

ORANG MISKIN LEBIH CEPAT MASUK SURGA?

Ups nanti dulu hehehe..

Beberapa hadits menyebutkan bahwa orang miskin yang BERIMAN akan masuk surga lebih cepat dibanding orang orang kaya. 

Ada yang menyebutkan 40 tahun lebih cepat, ada juga yang 500 tahun.

Lah, bagaimana cara menyikapi hadits tersebut?

Disebutkan juga bahwa nabi paling suka ngumpul dengan orang orang miskin? 

Gimana lagi ini?

Ok, saya jelaskan perlahan ya.

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa yang masuk surga lebih cepat itu adalah orang miskin yang BERIMAN (tolong garis bawahi ini). 

Sekali lagi, yang BERIMAN.

Pertanyaannya:

Bagaimana anda yakin kalau Anda itu termasuk orang yang beriman sementara variabel penentu keimanan itu cuman Allah? 

Dan baru pas kita sudah meninggal alat ukur yang paling pastinya?

So, mending cari kekayaan sebanyak banyaknya dan bagikan juga sebanyak banyaknya. 

Setidaknya, kita sudah bisa melakukan banyak hal baik dan menolong amat banyak dengan berlimpahnya uang yang kita punya.

Yang ngaku ngaku beriman, biasanya nggak beriman. 

Dan anda tau, orang miskin yang sombong dan ngerasa paling beriman itu tempatnya bisa jadi dineraka.

Sebab jika ada setitik kesombongan dalam hati walau cuman cuman sebesar Zarrah (biji sawi) maka bau surga pun tidak akan tercium.

Bukan tentang seberapa kaya atau miskinnya, tapi seberapa takwa dan berserah padaNya. 

Setuju?

Lagi pula begini, kalau memang kita bisa belajar cara menjadi lebih berlimpah dan bisa memberi kebaikan pada banyak orang, kenapa tidak?

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, kekayaan yang banyak akan mampu memberikan yang terbaik bagi anda, keluarga, masyarakat dan  negara sehingga menjadi bekal amalan anda diakhirat nanti.

Anda sudah paham kan betapa berfadilahnya bersedekah?

Menolong orang sakit?

Dan masih banyak lagi?

Lagipula, kalaupun benar orang kaya itu akan masuk surga lebih lama, so what's the deal? 

Apa masalahnya? 

Yang penting kan insya Allah masuk surga juga?

Memangnya anda yakin dengan kemiskinan yang dialami itu bisa masuk surga?

Sebab saya pernah ketemu langsung dengan orang miskin yang sombongnya minta ampun dan merendahkan orang. 

Padahal rumah yang ditinggali saat itu sudah harus akan ditinggalkannya sekian hari atau minggu lagi. 

Ternyata sekian hari kemudian terpaksa pindah ketempat lain karena sudah habis masa kontraknya.

Yah, secara psikologis saya paham kalau itu adalah cara agar dirinya tetap terlihat luar biasa dengan menceritakan pengalaman pengalamannya yang (katanya) jarang dialami orang. 

Karena hanya itu yang bisa dibanggakannya. 

Saya bisa maklum setelah mempelajari kejiwaaan manusia dan mempelajari diri saya sendiri.

Jadi ini bukan tentang miskin atau kayanya, tapi tentang takwa atau ketundukan pada Tuhannya, entah dia itu kaya atau belum berpunya.

Dalam sebuah hadits shahih dijelaskan bahwa:

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang kepadaku, beliau memerintahkan, 

“Ambillah pakaianmu dan senjatamu, lalu menghadaplah kepadaku!” 

Aku pun mendatangi beliau ketika beliau sedang berwudhu’. 

Beliau melihat-lihat kepadaku, kemudian bersabda, 

“Aku akan mengutusmu memimpin satu pasukan, semoga Allâh akan menyelamatkanmu dan memberimu harta rampasan perang. Aku berharap engkau menyukai harta dengan kesukaan yang baik”. 

Amr bin al-Ash mengatakan, “Wahai Rasûlullâh, aku tidak masuk Islam karena harta. Tetapi aku masuk Islam karena mencintai Islam dan agar aku bersama Rasûlullâh “. 

Maka beliau bersabda, “Hai Amr, sebaik-baik harta yang baik adalah untuk orang yang shalih”.[3]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3607-keutamaan-orang-kaya-yang-bersyukur.html

Jelas sekali bahwa sebaik baik harta adalah yang berada ditangan orang yang shaleh, yaitu orang yang dekat pada Allah. 

Sebab orang shaleh yang dikaruniai harta akan menggunakannya dalam hal yang baik. 

Ia akan membantu fakir miskin, berzakat, berinfak, bersedekah, dan menggunakannya hanya dalam hal hal yang dibolehkan dan mendekatkan diri padaNya.

Karena ia juga sadar bahwa harta atau uang adalah alat semata. 

Yang bisa digunakan dijalannya sebagai bekal diakhirat sana, insya Allah.

So, tak ada masalah menjadi kaya dan berlimpah, yang penting saat sudah jadi lebih kaya tidak sombong dan merendahkan orang. 

Malah tambah lebih banyak berbagi dan penuh syukur karena dikaruniai wasilah harta sebagai kehendak Allah dan perpanjangan tangan dariNya untuk menolong hambaNya yang lain.

Dalam sebuah hadits panjang lain juga disebutkan:

Dari Abu Kabsyah al-Anmâri Radhiyallahu anhu, bahwa dia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Tiga (perkara) aku bersumpah terhadap ketiganya, dan aku akan mengatakan satu perkataan kepada kamu, maka hafalkanlah! Beliau bersabda: Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena shodaqah. 

Tidaklah seorang hamba dizhalimi dengan kezhaliman, lalu dia bersabar terhadap kezhaliman itu kecuali Allâh menambahkan kemuliaan kepadanya.

Tidaklah seorang hamba membuka pintu permintaan, kecuali Allâh membukakan pintu kefakiran, atau kalimat seperti itu. 

Dan aku akan mengatakan satu perkataan kepada kamu, maka hafalkanlah! Beliau bersabda: Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang: 

Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertaqwa kepada Rabbnya pada rezeki itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rezeki, dan dia mengetahui hak bagi Allâh padanya. 

Maka hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Allâh).

2. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa ilmu, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki berupa harta, dia memiliki niat yang baik.

Dia mengatakan: “Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Si Fulan (orang pertama yang melakukan kebaikan itu)”. 

Maka dia (dibalas) dengan niatnya (yang baik), pahala keduanya (orang pertama dan kedua) sama.

3. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta, namun Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki kepadanya berupa ilmu, kemudian dia berbuat sembarangan dengan hartanya dengan tanpa ilmu.

Dia tidak bertaqwa kepada Rabbnya padanya, dia tidak berbuat baik kepada kerabatnya dengan hartanya, dan dia tidak mengetahui hak bagi Allâh padanya. 

Maka hamba ini berada pada kedudukan yang paling buruk (di sisi Allâh).

 4. Hamba yang Allâh tidak memberikan rizqi kepadanya berupa harta dan ilmu, kemudian dia mengatakan: 

“Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Si Fulan (dengan orang ketiga yang melakukan keburukan itu)”. Maka dia (dibalas) dengan niatnya, dosa keduanya sama.[5]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3607-keutamaan-orang-kaya-yang-bersyukur.html

Sudah jelas ya sampai disini :)

Jangan ada lagi yang nekat atau berani beranian nggak mau jadi kaya dengan dalil yang asal asalan dan salah penempatan. 

Silakan kaji lagi sejarah Islam dan anda akan menemukan betapa banyak ruang sejarah wahyu dan kenabian yang didalamnya sangat banyak menganjurkan agar jadi berlimpah dan jadi bertakwa.

Walaupun, kalau memang ditakdirkan untuk tidak kaya juga tidak masalah. Sebab sekali saya tekankan bahwa:

'Bukan tentang seberapa kaya atau miskinnya, namun seberapa takwa padaNya'

Jelas ya 😊

KESIMPULAN:

1. Mau punya duit sebanyak apapun, kalau mindsetnya nggak bener maka biasanya akan tetap berujung pada selalu kehabisan uang atau bahkan menjadi miskin.

2. Ada hal hal yang memang harus kita lakukan tapi malas banget melakukannya. Untuk mengatasi hal itu, maka silakan praktekkan ILMU PEREMUK MALAS.

3. Sebagian orang menjadi awet fakir karena salah belajar agama. Padahal Tuhan sudah nyuruh menjadi kaya agar kita bisa lebih banyak berbuat kebaikan pada sesama manusia dan alam semesta.

4. Yang menarik banget malam ini, ternyata metode LOCI, bisa bikin pekerjaan yang biasanya males mengingatnya, jadi mudah mengerjakannya, karena terkait dengan hal hal yang lucu dan menyenangkan! :D

Yes, kita selesai dulu malam ini :D

Saya harap anda mendapatkan sesuatu yang keren yang langsung bisa anda praktekkan :D

Besok kita akan membahas berbagai jenis Money Block lagi yang berasal dari Parenting, Hukum Alam dan Lingkungan.

PLUS, metode dasar yang insya Allah POWERFUL untuk membereskan Money Blocks diatas :D

Insya Allah, sampai bertemu besok malam ya! :D

Tetap HAJAR! :D

Tetap SEMANGAT! :D


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Keempat: Kenali Gaya Belajar atau Learning Style Alam Bawah Sadar Anda

Hari Ke Enam: Ilmu Penarik Rumah

Hari Ke 7: Materi Terakhir | 3 Teknik Penarik Rezeki